Senin, 01 Desember 2014

Analisa Bencana Tanah Longsor

TANAH LONGSOR




Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut. Air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.


Faktor Penyebab Tanah Longsor :


1. Hujan

Ancaman tanah longsor biasanya dimulai pada bulan November seiring meningkatnya intensitas hujan. Musim kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Muncul-lah pori-pori atau rongga tanah, kemudian terjadi retakan dan rekahan tanah di permukaan. Pada saat hujan, air akan menyusup ke bagian yang retak. Tanah pun dengan cepat mengembang kembali. Pada awal musim hujan, kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat. Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor karena melalui tanah yang merekah itulah, air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral. Apabila ada pepohonan di permukaan, pelongsoran dapat dicegah karena air akan diserap oleh tumbuhan. Akar tumbuhan juga berfungsi sebagai pengikat tanah.

2. Lereng terjal

Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar.

3. Tanah yang kurang padat dan tebal

Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 meter dan sudut lereng > 220. Tanah jenis ini memiliki potensi untuk terjadinya tanah longsor, terutama bila terjadi hujan. Selain itu, jenis tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek jika terkena air dan pecah jika udara terlalu panas.

4. Batuan yang kurang kuat

Pada umumnya, batuan endapan gunungapi dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran antara kerikil, pasir, dan lempung kurang kuat. Batuan tersebut akan mudah
menjadi tanah jika mengalami proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor apabila terdapat pada lereng yang terjal.

5. Getaran

Getaran yang terjadi biasanya diakibatkan oleh gempabumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran lalulintas kendaraan. Akibat yang ditimbulkannya adalah tanah, badan jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak.

6. Susut muka air danau atau bendungan

Akibat susutnya muka air yang cepat di danau maka gaya penahan lereng menjadi hilang, dengan sudut kemiringan waduk 220 mudah terjadi longsoran dan penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan.

7. Adanya beban tambahan

Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng, dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibatnya adalah sering terjadinya penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke arah lembah.

8. Pengikisan/erosi

Pengikisan banyak dilakukan oleh air sungai ke arah tebing. Selain itu akibat penggundulan hutan di sekitar tikungan sungai, tebing akan menjadi terjal.

9. Daerah pembuangan sampah

Penggunaan lapisan tanah yang rendah untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan tanah longsor apalagi ditambah dengan guyuran hujan, seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Leuwigajah di Cimahi. Bencana ini menyebabkan sekitar 120 orang lebih meninggal.

10. Penggundulan hutan

Tanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relatif gundul dimana pengikatan air tanah sangat kurang.


CARA MENYIKAPI BENCANA LONGSOR :


Yang paling umum dan paling mungkin adalah dengan mengupayakan tanah punya perlindungan yang baik. Hutan yang bagus, drainase yang tertata, dan keseimbangan alam yang baik, itu yang utama. Maka yang bisa kita lakukan adalah:

  1. ·        Menjaga kelestarian hutan. Tidak menebang pohon sembarangan, menanami wilayah yang gundul dengan pohon yang berakar panjang, dan langkah-langkah lain yang perlu.
  2. ·        Tidak mengambil air sembarangan, baik dari sumber air alam, maupun dengan sumur buatan, apalagi untuk tujuan komersialisasi air.
  3. ·        Menggunakan teras sering untuk pertanian di wilayah yang miring.



SOLUSI TANAH LONGSOR :


     Ada beberapa tindakan perlindungan dan perbaikan yang bisa ditambah untuk tempat-tempat hunian, antara lain:

Ø Perbaikan drainase tanah (menambah materi-materi yang bisa menyerap).
Ø Modifikasi lereng (pengurangan sudut lereng sebelum pembangunan).

Ø Vegetasi kembali lereng-lereng.
Ø Beton-beton yang menahan tembok mungkin bisa menstabilkan lokasi hunian.



     SIKAP SAYA MENGENAI BENCANA TANAH LONGSOR :



Sikap saya mengenai bencana seperti ini adalah kita  harus mampu mengantisipasi
terjadinya bencana longsor, harus ada juga komunikasi satu dengan yang lain,
tertentu memantau curah hujan kemudian adanya kesepakatan mengungsi jika
sudah ada tanda-tanda longsor. Kita juga harus bisa menjaga lingkungan jangan membuang sampah sembarangan, jangan menempati tempat tinggal  yang agak curam, karena suatu saat pasti bencana akan tertimpa ke kita tanpa kita ketahui tetapi kita bisa mencegahnya. Kembali lagi semua kejadian sudah di atur oleh Tuhan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar